Lihat dulu lini serang Pantai Gading, data xG (expected goals) mereka di lini depan sangat bagus. Taktik pressing tinggi mereka bisa terus memberi tekanan pada lini pertahanan lawan, pemanfaatan ruang di half-space sangat efektif, dan kombinasi cut inside dari sayap dengan penetrasi lewat tengah juga berjalan sangat rapi. Menghadapi pertahanan sekelas Curacao, efektivitas serangan mereka seharusnya bisa tetap berada di level tinggi. Menembus 2 sampai 3 gol dalam satu pertandingan benar-benar performa normal, kan?
Lalu lihat Curacao, mereka juga bukan tim yang sama sekali tak punya perlawanan. Meski secara keseluruhan kualitas di atas kertas lebih lemah, efektivitas transisi serangan balik mereka sebenarnya tidak rendah, terutama dengan keunggulan kecepatan di sektor sayap yang cukup jelas untuk menyerang ruang di belakang lini pertahanan lawan. Saat menghadapi tim-tim Afrika dengan level setara sebelumnya, efisiensi mereka dalam mencetak gol dari bola mati juga punya jaminan tertentu. Bermain di kandang dengan dukungan suporter, peluang mereka untuk memanfaatkan satu atau dua kesempatan menjadi gol tetap cukup besar.
Ada juga masalah di lini pertahanan. Kali ini rotasi di lini belakang Pantai Gading sangat besar, hampir semua bek tengah utama tidak ikut bersama tim. Kekompakan dalam penempatan posisi bertahan antar pemain pelapis belum cukup baik, perlindungan kedalaman lini pertahanan juga kurang maksimal, sehingga sangat mudah ditembus. Sementara itu, lini belakang Curacao saat menghadapi tekanan intens juga cenderung mengalami peningkatan kesalahan secara signifikan. Kedua tim sama-sama punya kelemahan di pertahanan, jadi kalau saling menyerang, jumlah gol tentu akan naik.
Lagipula ini pertandingan uji coba, tempo permainan biasanya lebih cepat, pergantian pemain lebih banyak, pembagian stamina juga berbeda dengan laga resmi, dan pada babak kedua sering kali lebih mudah terjadi banjir gol.
Tentu saja ada ketidakpastian. Jika Pantai Gading sejak awal sudah membangun keunggulan besar lalu menurunkan intensitas permainan, atau jika tingkat akurasi tembakan tepat sasaran kedua tim sama-sama rendah, laga juga bisa berhenti di sekitar garis handicap. Tapi jika digabungkan dengan data xG, gaya bermain, dan kelemahan di lini pertahanan, peluang tembus ke arah over 3 menurut saya lebih tinggi.
Secara pribadi, saya cenderung ke arah over 3.