Jangan melihat Tunisia yang sudah lebih dulu tersingkir lalu mengira Belanda akan mengendur dan bermain santai. Dengan Belanda memberi handicap 2,5 gol, logikanya sangat kuat.
Pertama, lihat dulu mental bertanding Tunisia. Dua kekalahan beruntun dengan kebobolan total 9 gol sudah membuat tim ini kehilangan muka. Pada laga yang murni menjadi pertandingan harga diri ini, mereka jelas tidak akan bertahan total dengan menumpuk pemain di belakang dan pasif menahan serangan. Justru mereka akan berani naik menekan untuk mencari gol demi mengembalikan sedikit kehormatan. Namun, lini belakang tim ini memang sejak awal sudah penuh celah. Masalah lambat berputar badan dan buruknya penutupan serta cover sangat terlihat. Begitu seluruh tim maju untuk menyerang, ruang kosong besar di belakang justru menjadi skenario yang paling disukai Belanda untuk dimanfaatkan.
Lalu lihat sisi Belanda. Meski lolos ke fase berikutnya pada dasarnya sudah aman, posisi juara grup tetap harus diamankan, jadi mereka tentu tidak akan asal mengendur. Bahkan jika merotasi setengah pemain inti, kekuatan skuad cadangan mereka tetap jauh di atas Tunisia — pemain seperti Gravenberch dan Berghuis merupakan pemain inti di lima liga top Eropa, semuanya pasti ingin merebut kesempatan tampil di babak gugur. Kontribusi di lini serang pun justru akan lebih tinggi, bukan malah bermain setengah hati. Mereka tidak perlu menyerang habis-habisan sepanjang laga; cukup menjaga tempo penguasaan bola, memanfaatkan kesalahan lawan untuk melancarkan serangan balik efisien, dan peluang mencetak gol akan terus tercipta.
Dua laga awal Tunisia saat menghadapi Swedia saja bisa kebobolan 5 gol per pertandingan, jadi kemampuan bertahan mereka di bawah tekanan sudah bisa dibayangkan. Serangan sayap Belanda, penetrasi dari lini tengah, dan ancaman bola mati lewat duel udara, semuanya bisa bergantian memberi tekanan. Tunisia sama sekali tidak mampu bertahan secara menyeluruh. Model data memperkirakan expected goals (xG) Belanda di laga ini stabil di atas 2,9. Bahkan jika kontrol permainan berlangsung cukup tenang, mereka tetap bisa membuka jarak hingga tiga gol lewat efisiensi penyelesaian akhir. Jika Tunisia ingin menyelamatkan muka, mereka harus mengambil risiko besar di pertahanan, dan pada akhirnya justru akan membuat selisih skor makin melebar. Belanda menang dengan selisih tiga gol atau lebih adalah arah paling pasti di laga ini.